Peak of My Playlist


Hai !! Apa kabar?? Ini nafsu bacot sudah semakin membuncah jadi kita capcus saja ya :p.

Jika anda bertanya, “Kamu suka musik apa?” Jawabnya adalah:”Bingung” . Saya suka semua genre musik, apapun bentuknya. Mau itu hard rock, pop, emo, punk rock, semuanya nyantol di kuping. Tapi seperti orang lain, saya punya penyanyi/band/musisi favorit (ribet amat yak).

Inilah para pemuncak daftar playlist saya:

1.      Avenged Sevenfold
Alasan saya suka band ini? Gak perlu dijelasin kalian pasti ngerti yak band asal Huntington Beach ini kayak gimana. Pertama kali denger lagu mereka yang nyantol di kuping itu Almost Easy sama Dear God, pas anget-angetnya Self-Titled mereka. Ya emang cemen sih ada Dear God nya (tapi lagunya bagus kan! ngaku lo! wkwk). Waktu salah satu temen saya lihat-lihat folder musik di HP, dia langsung semangat 93 ngomongin A7X. “ALAAAAHHHH, mosok Avenged e mek iki tok? Seng liyan e!! Gitaris e lo sangar!! Koyok Christian Sugiono rupane!” Karena waktu itu biasa-biasa aja sama A7X, ya saya cuek aja. EH, waktu stasiun TV lokal nayangin klip Seize The Day, gapake cingcong saya naksir abis-abisan sama lagu ini. Sejak saat itu saya suka A7X terutama gitarisnya, Synyster Gates :p. Sedih juga sih waktu The Rev gak ada, tapi gimana lagi... A7X RULES!!!

2.      Avril Lavigne
Kalimat pertama yang pingin saya ucapkan waktu denger kata “Avril Lavigne” adalah: I MISS THE OLD AVRIL LAVIGNE!! WHOAA. Suer, Let Go adalah album terbaik yang pernah saya dengarkan. Complicated, Sk8er Boi, I’m With You, Tomorrow, Nobody’s Fool, dll, semuanya saya suka. Begitu juga album kedua, meski agak dark, tapi still Avril’s taste. Track-track favorit saya: My Happy Ending, Nobody’s Home, Don’t Tell Me, Fall to Pieces, Slipped Away. Begitu album ketiga out, Avril jadi serba pink! Gak ada lagi si sk8ergirl yang pake dasi di panggung, rambut brunette acak-acakan. Sempet kecewa juga, tapi tracknya lumayan, meski nggak Avril banget.

3.      Paramore
Why do I love Paramore? Because the vocalist has the same style with (the old) Avril? Nope. Paramore is a band, and Avril is solo singer. No offense, Hayley punya vokal yang lebih baik dari Avril. Dan si rambut kulit jeruk ini live perfomance nya bagus banget (band nya juga loh :p) .
Paramore punya sederet lirik yang meaningful banget, dan semuanya enak didengerin. Saya bingung Paramore ini masuk genre apa. Emo, punk rock, atau pop punk? Atau malah bukan diantara ketiga itu? Ya sudahlah, yang jelas Paramore rocks!

4.      My Chemical Romance
i love this band so damn much. Kalau mau di ranking, The Black Parade ada di urutan kedua album favorit saya setelah Let Go. I think Gerard Way is the best music and lyric composer. Meski band ini gak pernah ngungkapin siapa yang dominan dalam pembuatan lagu, jelas banget Gerard Way adalah konduktornya. Bakat si frontman ini sudah menonjol sejak kecil. MCR adalah band yang sangar dan kreatif, musik dan liriknya megah, seperti di lagu Mama, Welcome to the Black Parade, atau Famous Last Words. Tapi sayangnya live performance Gerard gak bagus-bagus amat.

5.      Simple Plan
They are the best punk band that I’ve ever known!!! Secara kuping saya sudah kenalan sama musik Simple Plan sejak umur 12 tahun, gak ada alasan gak suka buat band Kanada ini. 3 album semuanya saya suka, meski warna suara PierreBouvier kerap berubah-ubah, saya tetap suka musik mereka J

6.      Lady Gaga
Saya tak tahu Ms Germanotta ini jenius atau gila. Tak perlu alasan kenapa saya suka Gaga, karena semua orang pasti tahu kehebatan Gaga.

7.      Green Day
If you love Wake Me Up When September Ends, you must be love Green Day!

0 komentar:

Posting Komentar

Sponsors