Ini post ketiga saya di hari ini... sumpah banyak bacot ya,, wkwkwkwk. Memang saya lagi semangat '45 buat bikin blog gara-gara ilham satu malam, ahahah. Kali ini saya mau ngebahas (kesialan-kesialan) bulan Ramadhan tahun ini.
HARI PERTAMA tarawih, udah menciptakan kesan nggak enak. Kenapa? Karena sandal saya satu-satunya yang paling saya sukai (jelas, satu-satunya *3*) DICOLONG MALING ! WOO ! Di Masjid Sabilillah pula! Duh kenemenen iku seng nyolong yo.. ahahha, habis nabung pahala, pulang nabung dosa.. ckckc. Kesel banget sih, pulang-pulang telanjang kaki. Untung rumah deket. Tapi gak papa lah, sekarang udah ikhlas -senyumlebar- .
Tapi tahu nggak sebelumnya, kalau sepeda Vario saya gembos di tengah kuburan !! Wooht !! Itu terjadi waktu nyekar ke makam leluhur. Jelas, goncengan 3 kelas berat semua. Untung ayah yang nggonceng, coba kalau aku, sepeda pasti udah almarhum.
Beberapa hari kemudian, saya anggap tak terjadi apa-apa dengan sepeda saya. Ndilalah pas mau berangkat sekolah, MOGOK-DI-TENGAH-JALAN. Aduh, untung mogoknya enggak lama ya... Coa kalau lama, gak sido sekolah dan gak sido muleh aku. wkwkwk
Cerita selesai. Dianggap tidak akan terjadi apa-apa pada sepeda saya. EALAH LA KOK SEPEDA KU IKI GEMBOS-MBOS DI TENGAH PASAR-BESAR. Pas mau bimbel pula! Ck. Aduh gusti, saya langsung mikir "SAYA DOSA APA YA ALLAH". Untung ketika itu saya nggak puasa, jadi marah-marah saya nggak ngaruh, wkwkw. Ternyata ban saya bocor. Oke, ditembel bapak tua.
Oke, dan masalah pada sepeda saya dianggap -selesai- . Mau nggak mau, ya karena sudah diganti bannya oleh ayah saya. Ternyata oh ternyata............... NI SEPEDA MOGOK! EM O GE O KA sepulang jemput adik saya di SMP nya. Aduh kudu nangis saya ini, INI SEPEDA KENAPA YA? Dan jahanamnya Inad malah ketawa-ketawa lihat saya kebingungan. Dan untungnya, mogoknya tidak lama juga.
Ini juag barusan terjadi kemaren. Sepulang tadarus, hujannya menggila. Akhirnya saya bertahan di rumah temen sampai jam setengah sepuluh. Eng-ing-eng, ayah menjemput, dan saya berpulang (?) . Pulangnya, banjir sudah selutut, dan................................... DENGAN JAHANAMNYA ADA KIJANG INNOVA MENCIPRATI SELURUH BADAN, PADAHAL SAYA BAWA QUR'AN #ampunibaimyaAllah. Saya sampai nggak habis pikir, kalau ketemu saya mau bantai pengemudinya *ups*
Itulah kesialan-kesialan saya sampai saat ini. Semoga tidak nambah. Kalu nambah, galak-gampilnya harus nambah.
BYE, salam SYN79
HARI PERTAMA tarawih, udah menciptakan kesan nggak enak. Kenapa? Karena sandal saya satu-satunya yang paling saya sukai (jelas, satu-satunya *3*) DICOLONG MALING ! WOO ! Di Masjid Sabilillah pula! Duh kenemenen iku seng nyolong yo.. ahahha, habis nabung pahala, pulang nabung dosa.. ckckc. Kesel banget sih, pulang-pulang telanjang kaki. Untung rumah deket. Tapi gak papa lah, sekarang udah ikhlas -senyumlebar- .
Tapi tahu nggak sebelumnya, kalau sepeda Vario saya gembos di tengah kuburan !! Wooht !! Itu terjadi waktu nyekar ke makam leluhur. Jelas, goncengan 3 kelas berat semua. Untung ayah yang nggonceng, coba kalau aku, sepeda pasti udah almarhum.
Beberapa hari kemudian, saya anggap tak terjadi apa-apa dengan sepeda saya. Ndilalah pas mau berangkat sekolah, MOGOK-DI-TENGAH-JALAN. Aduh, untung mogoknya enggak lama ya... Coa kalau lama, gak sido sekolah dan gak sido muleh aku. wkwkwk
Cerita selesai. Dianggap tidak akan terjadi apa-apa pada sepeda saya. EALAH LA KOK SEPEDA KU IKI GEMBOS-MBOS DI TENGAH PASAR-BESAR. Pas mau bimbel pula! Ck. Aduh gusti, saya langsung mikir "SAYA DOSA APA YA ALLAH". Untung ketika itu saya nggak puasa, jadi marah-marah saya nggak ngaruh, wkwkw. Ternyata ban saya bocor. Oke, ditembel bapak tua.
Oke, dan masalah pada sepeda saya dianggap -selesai- . Mau nggak mau, ya karena sudah diganti bannya oleh ayah saya. Ternyata oh ternyata............... NI SEPEDA MOGOK! EM O GE O KA sepulang jemput adik saya di SMP nya. Aduh kudu nangis saya ini, INI SEPEDA KENAPA YA? Dan jahanamnya Inad malah ketawa-ketawa lihat saya kebingungan. Dan untungnya, mogoknya tidak lama juga.
Ini juag barusan terjadi kemaren. Sepulang tadarus, hujannya menggila. Akhirnya saya bertahan di rumah temen sampai jam setengah sepuluh. Eng-ing-eng, ayah menjemput, dan saya berpulang (?) . Pulangnya, banjir sudah selutut, dan................................... DENGAN JAHANAMNYA ADA KIJANG INNOVA MENCIPRATI SELURUH BADAN, PADAHAL SAYA BAWA QUR'AN #ampunibaimyaAllah. Saya sampai nggak habis pikir, kalau ketemu saya mau bantai pengemudinya *ups*
Itulah kesialan-kesialan saya sampai saat ini. Semoga tidak nambah. Kalu nambah, galak-gampilnya harus nambah.
BYE, salam SYN79

